Manfaat daun sukun belum banyak diketahui oleh khalayak, sebagian masyarakat kita hanya mengetahui manfaat dari buah sukun. Daun sukun yang memiliki bentuk lebar dan terlihat keras ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Khasiat daun sukun sangat efektif dapat mengobati macam-macam penyakit seperti penyakit liver, hepatitis, sakit gigi, gatal-gatal, pembengkakan limpa, jantung , obat tradisional asam urat dan ginjal.
Daun sukun sangat baik untuk kesehatan karena mengandung zat-zat berkhasiat seperti: Asam Hidrosianat, Asetilcolin, tanin, riboflavin dan lain lain. Daun sukun juga mengandung suatu zat yang dapat mengatasi peradangan secara effektif. Daun sukun secara empiris dapat menyembuhkan ginjal yang sakit. Menurut penelitian, daun sukun juga bisa bermanfaat untuk proses penyembuhan penyakit kardiovaskular.
Beberapa manfaat daun sukun untuk pengobatan di antaranya sebagai berikut :
1. Daun Sukun Membuat Ginjal Sehat
Daun sukun dapat dijadikan alternative untuk menyembuhkan ginjal yang sakit. Dengan cara yang sangat mudah dan diiringi dengan disiplin dalam mengkonsumsinya. Dengan rebusan air daun sukun secara rutin dan teratur dapat menyembuhkan ginjal yang sakit dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Daun Sukun Dapat Mengobati Penyakit Jantung
Daun Sukun dipercaya dapat mengobati penyakit jantung. Karena daun sukun sangat baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah maupun jantung. Cara mendapat manfaat daun sukun yaitu dengan memanfaatkan 1 lembar daun sukun yang sudah tua yang masih berada di pohon. Daun sukun yang sudah tua memiliki kadar kimia yang maksimal.
3. Daun Sukun Dapat Menurunkan Kolesrol
Selain untuk menjaga kesehatan ginjal dan Jantung. Daun sukun juga dapat menurunkan kolestrol.
4. Dapat Mencegah Kanker
Selain dapat melindungi Jantung. Daun sukun juga dapat mencegah inflamasi atau mencegah peradangan. Dan daun sukun juga dapat disebut sebagai antiinflamasi.
5. Dapat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes
Sukun yang telah berwarna kuning dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan gula darah. Karena daun sukun mengandung fenol, quercetin dan champorol dan juga dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat penyembuh kulit yang bengkak atau gatal.
Manfaat ekstrak daun sukun
Menurut DR. Tjandrawati M. Ozef MSc. dari Pusat Penelitian Kimia LIPI, Bandung - Provinsi Jawa Barat menyatakan, uji khasiat baik secara in vitro (menggunakan media) maupun in vivo (melibatkan sel hidup) terhadap ekstrak daun sukun telah menunjukkan hasil sangat baik. Ia mengekstrak daun sukun dengan berbagai pelarut alami. Pada uji in vitro ekstrak etil asetat menunjukkan adanya efek sitoprotektif atau perlindungan terhadap sel endothelium, yakni selapis sel di antara aliran darah dan dinding pembuluh darah. “Sel endotel berperan mengatur otot polos pembuluh darah, hemostatis, koagulasi atau penggumpalan darah, dan pertahanan tubuh” kata Tjandrawati.
Oleh karena itu ketika fungsi jaringan endothelium terganggu, maka fungsi pembuluh darah ikut terganggu sehingga dapat berdampak pada gangguan fungsi jantung.
Uji khasiat terhadap Ekstrak Daun Sukun yang dilakukan Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bahkan menunjukkan efek penurunan kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah. Ekstrak Daun Sukun juga efektif melindungi jantung dari serangan iskemik akut atau kurangnya aliran darah ke jantung (Iskemik akut menyebabkan gagal jantung).
Uji toksisitas menunjukkan tidak ditemukannya efek samping toksik pada hewan uji, tidak mempengaruhi fungsi jantung, ginjal dan hati, maupun profil hematologi, bahkan pemberian Ekstrak Daun Sukun pada dosis tertinggi 333 mg/kg bobot tubuh. “Dosis tertinggi tidak mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, hati dan darah” kata master Biokimia alumnus Universitas Nancy di Perancis.
Setelah dilakukan uji khasiat oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI bersama dengan pakar peneliti lainnya, ternyata diketahui bahwa Ekstrak Daun sukun (Artocarpus altilis) mengandung flavonoid dan sitosterol yang berkhasiat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Ekstrak daun sukun kaya akan flavonoid. Menurut kajian Kelompok Penelitian Kimia Organik Bahan Alam ITB, Bandung, famili Artocarpus atau nangka-nangkaan dikenal sebagai sumber yang kaya akan turunan flavonoid terprenilasi atau tergeranilasi.
Secara ringkas, khasiat dan manfaat ekstrak daun sukun antara lain :
- Melindungi jantung dari serangan iskemik akut atau kurangnya aliran darah ke jantung yang dapat menyebabkan gagal jantung
- Menurunkan kadar kolesterol darah
- Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
- Mengatasi masalah ginjal, penyakit hati, peradangan, dan gatal-gatal
- Menghilangkan atau menghambat timbulnya plak (akibat akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah arteri/aorta yang akan terus bertambah hingga menjadi total aliran darah dari dan ke jantung terhambat)
Ekstrak daun sukun juga menghasilkan senyawa artocarpanone. Menurut hasil riset Bai-Luh Wei dan kawan-kawan dari Institute of Life Science, National Taitung University, Taiwan, menunjukkan bahwa senyawa artocarpanone tersebut mampu menghambat produksi nitrogen monoksida (NO) di makrofag. NO dan superoksida (O2-) merupakan suatu radikal bebas beracun yang diproduksi oleh makrofag untuk membunuh mikroorganisme saat terjadi inflamasi. Produksi NO yang berlebihan dapat mengakibatkan rusaknya jaringan normal saat inflamasi. Pada penderita osteoartritis terjadi peningkatan kadar interleukin-1 (IL-1) dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) yang merupakan penginduksi produksi NO dan metaloproteinase. Di dalam kartilago, apabila terdapat IL-1, TNF-α, serta interleukin-6 berikatan, maka dapat mengakibatkan sendi rusak.
Adanya senyawa artocarpanone yang dapat mencegah dan mengobati inflamasi inilah yang mungkin menjadikan kebiasaan masyarakat di Karibia, Amerika Selatan memanfaatkan daun sukun untuk mengurangi rasa sakit.
Riset daun sukun
Daun sukun bisa menjadi panasea. Hal ini telah dibuktikan dari hasil riset di berbagai lembaga. Berikut ini beberapa riset yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga mengenai manfaat daun sukun.
1. Bai – Luh Wei
Institute of Life Science, National Taitung University, Taiwan melakukan riset mengenai daun sukun dan berhasil mengisolasi senyawa artocarpanone yang bersifat antiinflamasi sehingga dimanfaatkan sebagai pengurang rasa sakit.
2. Mardhiyah
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Indonesia melakukan riset mengenai infusan daun sukun mempunyai efek hepatoprotektif dengan menghambat kenaikan kadar SGPT tikus yang diinduksi CCl4
3. Nublah
Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta melakukan riset mengenai daun sukun sebagai penurun kadar gula darah pada diabetes.
4. Puspa DN Lotulung, Sofa Fajriah, Andini Sundowo, dan Euis Filaila
Pusat Penelitian Kimia LIPI-Serpong, Tangerang, provinsi Banten melakukan riset terhadap daun sukun dan berhasil mengisolasi salah satu jenis senyawa flavonoid daun sukun yaitu 8-geranyl-4,5,7-trihydroxyflavone yang bersifat antidiabetes kuat dengan nilai IC50 sebesar 18,120 mg/dl. Selain itu juga dilakukan uji aktivitas antioksidan senyawa flavonoid terprenilasi daun sukun.
5. Song – Chwan Fang, Chung Hwa, dan kawan-kawan
University of Medical Technology dan National Chung Hsing University, Taiwan melakukan riset terhadap ekstrak daun sukun. Dari hasil riset tersebut diketahui bahwa ekstrak daun sukun mengandung senyawa aktif isolespeol yang mampu menghambat sel liposarkoma manusia melalui mekanisme apoptosis dan penghambatan energi di mitokondria.
6. Tina Rostinawati, Sulistyaningsih, Cepa Permana, dan Desi Ariani
Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran melakukan riset terhadap daun sukun. Dari hasil riset tersebut diketahui bahwa daun sukun mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans dan Microsporum gypseum penyebab penyakit kulit.
7. Dr. Tjandrawati Mozef
Pusat Penelitian Kimia LIPI, Bandung, Provinsi Jawa Barat melakukan riset terhadap daun sukun dan dari hasil riset tersebut diketahui bahwa daun sukun bermanfaat sebagai pelindung jantung karena mampu menurunkan kadar kolesterol darah secara signifikan dan menghambat akumulasi kolesterol di pembuluh darah aorta.
8. Yu Wang, Kedi Xu, Lin Lin, Yuanjiang Pan, dan Xiaoxiang Zheng
Zhejiang University, China melakukan riset terhadap daun sukun dan berhasil mengidentifikasi flavonoid geranyl daun sukun sebagai antikanker.
9. Yu Wang, TL Deng, Lin Lin, Yuanjiang Pan, dan Xiaoxiang Zheng
Zhejiang University, China melalui riset terhadap daun sukun berhasil mengisolasi senyawa bersifat antiaterosklerosis
10. Y. Fujimoto, J Uzawa, S. Suhanda, A. Soemartono, M. Sumatra, dan Y. Koshihara.
Melalui riset terhadap daun sukun berhasil mengisolasi senyawa yang bersifat lipoxygenase inhibitor pada sukun asal Indonesia.

No comments:
Post a Comment